(Tanjungpinang  – Komhukum) : Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menolak rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak pada April 2012.

“Secara nasional, kami telah mengambil sikap untuk menolak harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan,” kata Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Iman Munandar, di sela-sela aksi unjuk rasa yang digelar di Kantor Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, di Tanjungpinang, Senin (5/03).

Iman mengatakan, rencana menaikan harga BBM bukan kebijakan yang populer, karena dapat menyengsarakan masyarakat. Kenaikan BBM dapat dilakukan jika pemerintah dapat menjamin kesejahteraan masyarakat.

“Masih banyak masyarakat miskin di negeri ini, karena itu kenaikan harga BBM sama saja menambah penderitaan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua GMNI Tanjungpinang, Askarmin Harun, mengatakan, kebijakan menaikan harga BBM merupakan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat. Masyarakat miskin hingga sekarang masih membutuhkan subsidi BBM untuk meringankan biaya hidup mereka.

“Kenaikan BBM dapat membuat masyarakat miskin semakin menderita,” ujarnya.

Ia menghimbau Pemerintah dan DPRD Kepri ikut serta memikirkan permasalahan itu. Pemerintah harus dapat mengendalikan harga barang jika BBM dinaikkan.

“Pemerintah Kepri dan kabupaten/kota harus dapat mengendalikan inflasi sehingga tidak menyengsarakan masyarakat,” ungkapnya.

Terkait rencana kenaikan BBM, GMNI berencana menggelar lokakarya dan seminar nasional di Batam pada 17-18 Maret 2012. Narasumber dalam acara tersebut adalah alumni GMNI antara lain, Rektor Universitas Riau Kepulauan, Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo dan beberapa anggota Komisi VII DPR.

Selain itu, GMNI juga akan mengundang Gubernur Riau Rusli Zainal sebagai narasumber dalam acara tersebut.

“Seminar itu diharapkan dapat menghasilkan sebuah komitmen bersama dalam mengantasipasi rencana kenaikan BBM,” kata Iman Munandar. (K-5)

WA Group Kami Alumni