(Pekanbaru – Riauterkini)  : Sekitar duapuluh aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pekanbaru menggelar aksi turun ke jalan, Selasa (13/3/12). Mereka berdemo di bundaran ari mancur Tugu Silais dalam rangka menentang rencana pemerintah menaikan harga BBM.

Dalam aksinya, selain membentangkan poster dan spanduk, serta bergantian menyuarakan orasi, aktivis GMNI juga mengusung sejumlah sayur-mayur yang mereka gantung, sebagai simbol kehidupan masyarakat kecil.

“Kalau harga BBM tetap dinaikan, maka kehidupan masyarakat kecil akan semakin sulit. Mereka akan semakin sengsara,” teriak salah seorang pendemo dalam orasinya.

Dalam asksi tersebut, GMNI Pekanbaru menyuarakan empat butir tuntutan. Yakni pertama, menolak pengelolahan ladang minyak yang akan berakhir massa kontraknya oleh pihak asing. Kedua, menuntut kepada pemerintah untuk memberikan kesempatan yang sebesar besarnya pengelolahan ladang minyak kepada perusahaan miliki negara.

Ketiga, demi kepentingan nasional mendukung upaya-upaya bersinergi pengelolahan ladang minyak BUMN dan BUMND yang berkompeten di sektor energi. Dan keempat, demi menegakkan kedaulatan energi nasional, pemerintah dituntut untuk segera merivisi kembali undang-undang migas ,UU NO. 22/2001.

Setelah membacakan pernyataan sikap sekaligus tuntutan, aktivis GMIN Pekanbaru mengakhiri aksi dengan tertib.***(mad/rls)

(Pekanbaru – Riauterkini)  : Sekitar duapuluh aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pekanbaru menggelar aksi turun ke jalan, Selasa (13/3/12). Mereka berdemo di bundaran ari mancur Tugu Silais dalam rangka menentang rencana pemerintah menaikan harga BBM. (lebih…)

WA Group Kami Alumni