(Tribunnews) Jakarta : Gerakan Mahasiswa NasionaI Indonesia(GMNI) mengutuk tindakan aparat kepolisian dalam menghadapi aksi demonstrasi menentang kenaikan harga BBM di kampus UKI Salemba. “Represivitas aparat menunjukkan kepanikan pemerintah dalam mengatasi gejolak protes terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM,” ujar Ketua Presidium GMNI, Twedy Noviady kepada Tribunnews.com, Jakarta, Kamis(15/3/2012).

Aksi demonstrasi berujung bentrokan dengan aparat kepolisian dan empat orang aktivis (Gemsinus Tumanggor, Krispen. Slamat, Yusuf pasaribu, dan Fherly Hardensent) dipukul dan ditangkap oleh aparat kepolisian. Pengerahan  aparat dalam jumlah besar sekitar  500 an orang untuk menghadapi puluhan mahasiswa menjadi bukti kepanikan dan represifitas pemerintah terhadap rakyatnya sendiri.

Karena itu kata Twedy Presidium GMNI mendesak aparat kepolisian untuk segera melepaskan kawan-kawan aktivis mahasiswa yang ditangkap dan diamankan dalam mobil dalmas kepolisian. Mereka juga mendesak aparat kepolisian untuk segera mundur dan tidak mengepung kampus UKI Salemba.

“Bila aparat kepolisian tidak mundur maka bentrokan yang lebih besar tak akan terhindarkan,”pungkasnya.

(Willy Widianto)

WA Group Kami Alumni